The Chronicles Of Narnia – The Last Battle
Ringkasan Cerita
Di dalam buku ini C. S. Lewis membawa cerita
“The Chronicles of Narnia” sampai pada akhirnya. Buku ini bercerita tentang
akhir zaman dari Narnia dan menyimpulkan cerita-cerita sebelumnya dengan
pengalaman anak-anak manusia di Narnia dan di bumi.
Cerita dimulai dengan kekuasaan raja terakhir negeri Narnia , RajaTirian. Narnia sudah mengalami masa damai dan
sejahtera yang cukup panjang, berlangsung dari kekuasaan Raja Caspian X.
Tirian, yang merupakan keturunan langsung dari Caspian X, diinformasikan oleh
seorang centaurus bernama Roonwit bahwa peristiwa-peristiwa aneh
dan tidak menyenangkan sedang terjadi di negeri itu dan konjugasi planet-planet
menunjukkan tanda-tanda yang sangat berbahaya.
Seekor kera bernama Shift berhasil membujuk Puzzle, seekor keledaiyang
baik namun bodoh, untuk memakai kulit singa dan menyamar sebagai Aslan. Puzzle, meskipun enggan, berhasil
ditipu oleh Shift yang mengatakan bahwa hal ini adalah kehendak Aslan. Setelah
makhluk-makhluk Narnia berhasil ditipu, Shift memerintahkan mereka untuk
bekerja demi orang-orang Calormen. Makhluk-makhluk pohon ditebang dan
dijual sebagai potongan-potongan kayu biasa. Uang yang didapat akan dimasukkan ke
dalam perbendaharaan Aslan, yang akan digunakan oleh Shift dengan alasan demi
kepentingan Narnia.
Raja Tirian dengan sehabatnya, Jewel, seekor unicorn berbicara
pada awalnya juga tertipu oleh kabar kedatangan Aslan. Namun ketika mereka
mendengar Shift mengatakan kepada makhluk-makhluk Narnia bahwa Aslan dan dewa orang Calormen, Tash adalah sama, dengan nama
“Tashlan”, mereka menyadari bahwa seluruh kabar yang mereka dengar adalah
kebohongan belaka. Ketika Tirian menuduh Shift melakukan kebohongan,
tentara-tentara Calormen datang dan mengikat sang raja ke sebuah pohon. Lalu, Tirian berseru kepada Aslan
untuk pertolongan dan mendapat penglihatan akan Digory Kirke, Polly
Plummer, Peter Pevensie, Edmund Pevensie, Lucy Pevensie,Eustace Scrubb dan Jill Pole,
walaupun Tirian tidak mengenali siapa mereka. Mereka bisa melihat Tirian, dan
walaupun suara Tirian tidak bisa sampai kepada mereka, mereka menebak bahwa ia
adalah seseorang yang berasal dari Narnia. Tidak lama kemudian, Eustace dan
Jill masuk ke dalam dunia Narnia dan melepaskan ikatan sang raja.
Lalu mereka menolong Jewel dan Puzzle, yang
mereka maafkan ketika mereka sadar bahwa Puzzle adalah korban penipuan Shift.
Mereka menolong pula segerombolan dwarf, tetapi karena kepercayaan mereka akan
Aslan sudah sirna, mereka menolak untuk menolong Narnia. Hanya seorang
dwarf, Poggin, yang tetap setia kepada Aslan, Tirian
dan Narnia, dan bersedia untuk menolong. Tirian dan kelompoknya yang kecil
kemudian bertempur dengan tentara Calormen. Sepanjang peperangan banyak
hewan-hewan yang terbunuh (oleh gerombolan dwarf tadi yang menyerang kedua
belah pihak).
Di akhir perang, gerombolan dwarf jahat
tersebut, Jill, Eustace dan yang terakhir Tirian, ditangkap dan dibuang ke
dalam kandang, dimana seharusnya Tashlan berada.
Selain itu pemimpin tentara Calormen, Rishda
Tarkaan, yang memulai ide
bahwa Aslan dan Tash adalah sama, juga masuk ke dalam kandang tersebut. Namun,
apa yang ditemukan oleh Rishda (seorang yang sebenarnya tidak percaya akan
adanya Aslan dan Tash) di balik pintu kandang adalah Tash sendiri! Tash
menangkap Rishda yang ketakutan. Lalu, Peter, Edmund, Lucy, Digory, Polly,
Eustace dan Jill muncul, dan Peter memerintahkan Tash untuk pergi. Tash lalu
pergi dengan membawa Rishda Tarkaan. Tirian menanyakan tentang Susan (karena
sekarang ia sudah tahu siapa saja yang di hadapannya). Kemudian mereka
menceritakan tentang Susan yang sudah “dewasa” dan sudah bukan lagi “sahabat
Narnia”, karena itu Susan tidak bersama-sama dengan mereka.
Yang aneh dengan kandang tersebut adalah,
kandang tersebut tidaklah seperti kandang. Lebih tepatnya seperti suatu dunia
yang lain. Namun, hal itu tidak bisa dilihat oleh gerombolan dwarf jahat yang
juga dilempar ke dalam kandang tersebut. Ketika Aslan muncul, Lucy meminta
bantuan Aslan untuk menolong mereka. Aslan lalu menunjukkan kepada Lucy apa
yang ia bisa dan tidak bisa lakukan. Meskipun diberikan makanan yang enak,
mereka tidak bisa melihat dan merasakan semuanya itu, sebaliknya mereka mengira
itu adalah makanan hewan ternak biasa. Mereka tidak bisa melihat Aslan dan
dunia baru tersebut dan tetap terjebak dalam kegelapan kandang.
Kemudian, Aslan berdiri di depan pintu kandang. Semua makhluk Narnia,
termasuk yang sebelumnya sudah meninggal, berkumpul di luar kandang untuk masuk
ke dalam dunia lain itu. Yang setia kepada Aslan dan Narnia, bisa memasuki
dunia itu. Namun, bagi yang tidak setia, akan ketakutan dan tidak masuk, mereka
menghilang ke dalam kegelapan dan tidak diketahui lagi nasibnya. Yang berada di
balik pintu lalu melihat bahwa dunia Narnia kemudian hancur, naga dan kadal raksasa berkeliaran
menghancurkan tumbuh-tumbuhanyang ada. Akhirnya Bapak
Waktu memanggil
bintang-bintang untuk turun dari langit. Kemudian, permukaan laut meninggi dan naik menyelimuti
Narnia. Aslan memerintahkan Peter untuk menutup dan mengunci pintu. Lalu, Aslan
memimpin mereka menuju ke negerinya.
Semakin mereka memasuki negeri itu, semakin
mereka melihat persamaan antara dunia baru tersebut dan dunia Narnia yang baru
hancur. Akhirnya mereka menyadari bahwa dunia baru itu adalah dunia asli,
dimana dahulu kala dunia Narnia dibuat dengan dunia ini sebagai contohnya.
Mereka lalu bertemu dengan seorang tentara Calormen, yang bernama Emeth, yang diijinkan Aslan untuk masuk ke
dunia itu. Dari cerita Emeth, seorang yang baik dan terhormat, namun mengakui
Tash sebagai dewanya, diketahuilah alasan mengapa Emeth diijinkan berada di
situ. Aslan mengatakan kepada Emeth bahwa sepanjang hidupnya ia telah melakukan
banyak hal yang berguna, dan karena keberadaan Aslan dan Tash begitu bertolak
belakang, maka tidak ada perbuatan yang sia-sia yang bisa dilakukan untuk
Aslan, dan tidak ada perbuatan yang tidak sia-sia yang bisa dilakukan untuk
Tash.
Mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka dan
akhirnya bertemu dengan semua sahabat-sahabat lama mereka dari cerita
sebelumnya, seperti Mr
Tumnus, Reepicheep,
Raja Caspian X, Fledge, Raja Cor dan Ratu Aravis dan yang lain-lain. Di dalam
dunia ini, selain menemukan bentuk asli Narnia, mereka juga menemukan bentuk
asli bumi.
Kemudian diketahui bahwa Peter, Edmund, Lucy, Digory, Polly, Eustace dan Jill
semua tewas dibumi karena kecelakaan kereta api dan
akan menikmati kehidupan setelah kematian di Narnia asli itu. Akhirnya, cerita
ini ditutup dengan Aslan sudah tidak terlihat seperti singa lagi di Narnia
asli, melainkan menjadi suatu keberadaan yang begitu indah dan tidak ada
kata-kata yang bisa menggambarkan keindahan-Nya.