The Chronicles of
Narnia – The Magician’s Nephew
Ringkasan Cerita
"Keponakan Penyihir" (The
Magician's Nephew) adalah novel fantasi anak-anak karya C. S. Lewis.
Buku ini adalah buku keenam yang dipublikasikan dari ketujuh buku "The Chronicles of Narnia". Walaupun demikian, bila
diurutkan secara kronologi, maka buku ini adalah buku yang pertama.
Buku ini didedikasikan kepada "keluarga
Kilmer".
Cerita ini dimulai di London sekitar tahun 1885, ketika dua
anak, Digory Kirke dan Polly
Plummer bertemu.
Pada suatu hari, ketika sedang menjelajahi loteng rumah, mereka tanpa sengaja masuk
ke ruangan yang salah dan mengejutkan paman Digory, Andrew
Ketterley. Paman Andrew,
seorang penyihir yang
belajar sendiri, menipu Polly untuk menyentuh sebuah cincin
ajaib yang
berwarna kuning. Hasilnya adalah Polly tiba-tiba lenyap. Lalu paman Andrew
menipu Digory untuk mengikuti Polly dengan memakai cincin lain, dengan janji
bahwa Digory bisa membawa kembali Polly dengan menggunakan cincin ajaib
berwarna hijau. Cincin-cincin tersebut memindahkan Polly dan Digory ke
sebuah hutan dengan
banyak mata air. Di hutan tersebut, Hutan antara Dunia-dunia, mereka menemukan bahwa ketika cincin
yang tepat dipakai, dengan melompat ke dalam mata air yang berbeda, mereka bisa
masuk ke dunia yang lain. Digory meyakinkan Polly untuk ikut dan menjelajahi
beberapa mata air bersamanya.
Setelah menandai mata air yang akan
mengembalikan mereka ke bumi, anak-anak melompat ke dalam mata air yang
lain. Mereka sampai sampai di sebuah istana yang sudah hancur di ibukota kuno
dari dunia tersebut, duniaCharn. Mereka menemukan sebuah aula besar
yang penuh berisi patung-patung lilin dari semua bekas pemimpin-pemimpin Charn
dari yang pertama kali memimpin. Wajah-wajah yang pertama adalah wajah-wajah
yang baik, bahagia dan kuat. Namun wajah-wajah yang kemudian adalah wajah-wajah
yang sombong dan jahat. Mereka menemukan juga beberapa tempat kosong yang
menandakan Charn berakhir sebelum waktunya. Mereka juga menemukan sebuah bel, dan juga pengumuman yang menantang untuk
membunyikan bel tersebut dan juga peringatan untuk tidak membunyikannya. Digory
jatuh ke dalam tantangan tersebut dan membunyikannya, meskipun ditentang oleh
Polly. Bel itu membangunkan patung lilin yang terakhir, yaitu Ratu Jadis yang
sangat jahat.
Sang ratu menceritakan bagaimana ia dan
saudara perempuannya terlihat perang saudara. Perang tersebut merupakan perang
terakhir yang sekalihgus menghancurkan dunia tersebut. Untuk memenangkan perang
tersebut, Jadis menggunakan rahasia "Kata Kemalangan". Kutukan ini
membuat semua kehidupan di Charn musnah kecuali hidup Jadis. Ratu Jadis sendiri
akan duduk seperti patung di aula besar sampai seseorang datang untuk
membunyikan bel. Anak-anak tersebut ketika mengetahui kejahatan ratu Jadis,
mencoba untuk lari kembali ke Hutan antara dunia-dunia. Namun, Jadis bisa
kembali bersama mereka dengan menarik rambut Polly ke hutan tersebut lalu ke
London. Digory dan Polly berusaha untuk memindahkan Jadis ke dunia lain dan
akhirnya berhasil melakukannya, meskipun dengan tanpa sengaja membawa serta
paman Andrew, seorang kusir kereta bernama Frank dan
kudanya yang bernama Strawberry.
Digory membawa seluruh rombongan tersebut ke
mata air yang terdekat, karena mengira mata air tersebut akan membawa mereka ke
Charn. Namun pada kenyataannya, mereka masuk ke sebuat dunia yang gelap dan
kosong. Jadis mengenali bahwa dunia itu adalah dunia yang belum diciptakan.
Namun, tidak lama kemudian, mereka mendengar nyanyian yang kelihatannya
membuat bintang menjadi bersinar dan matahari menjadi
terbit. Para pengunjung sekarang bisa melihat bahwa yang bernyanyi adalah
seekor singa yang
agung,Aslan. Mereka melihat Aslan memberikan kehidupan ke dunia
tersebut dengan menciptakan tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan.
Aslan menciptakan semuanya dari tidak ada menjadi ada. Namun, Jadis yang takut
melihat Aslan menyerang Aslan dengan tiang beisi lampu yang dibawanya dari London.
Kejadian tersebut sama sekali tidak mengganggu Aslan dan Jadispun melarikan
diri. Tiang lampu yang terjatuh di tanah Narnia yang muda, tumbuh menjadi
sebuah tiang lampu yang menyala. Aslan lalu memilih beberapa hewan dan membuat
mereka menjadi binatang yang pintar dan bisa berbicara, dan memberikan mereka
kekuasaan atas binatang-binatang yang lain.
Aslan lalu mengirim Digory ke sebuah
perjalanan untuk mengambil sebuah apel untuk melindungi Narnia dan untuk
menebus kesalahannya yang telah membawa penyihir jahat Jadis ke dunia
baru Narnia.
Polly, Digory dan Strawberry (yang sudah diubah Aslan menjadi seekor kuda
bersayap dan dinamai Fledge) terbang ke pegunungan yang sangat
jauh untuk mengambil apel tersebut dari sebuah taman yang berpagar. Ketika Digory
mengambil apel tersebut dan bersiap-siap untuk pergi, ia melihat Jadis yang
sudah berada di taman itu sebelum mereka. Ia mencobai Digory untuk memakan apel
tersebut dan menjadi selamanya muda, dan juga dengan diam-diam mengambil satu
buah untuk dibawa kembali ke London untuk menyembuhkan ibunya yang sakit keras.
Jadis sendiri sudah memakan sebuah apel dan menjadi abadi. Meskipun tergoda
untuk mencuri satu apel untuk menyelamatkan ibunya, Digory yakin ibunya sendiri
tidak akan mengijinkan ia mencuri. Karena itu, ia memegang janjinya kepada
Aslan dan kembali ke Narnia untuk menyerahkan apel tersebut.
Aslan lalu memberitahu Digory bahwa ia telah
melakukan tugasnya dengan baik dan memerintahkannya untuk melempar apel
tersebut ke tepi sungai. Aslan lalu menobatkan raja dan ratu Narnia
yang pertama (Frank dan istrinya Helen yang
dipindahkan secara ajaib dari bumi ke dunia Narnia). Sementara itu, sebuah
pohon baru muncul dari tempat Digory melemparkan apel tersebut. Aslan
menjelaskan bahwa pohon tersebut akan melindungi Narnia dari penyihir jahat
Jadis, karena ia telah mencuri sebuah apel dari pohon yang asli dengan cara
yang mementingkan diri sendiri dan hal tersebut membuatnya membenci wangi dari
pohon baru tersebut. Aslan memberitahu Digory bahwa jika ia mencuri apel
tersebut sesuai usulan Jadis, maka ibunya akan sembuh, namun akan datang hari
dimana ibunya berharap ia lebih baik mati dalam penyakitnya. Digory lalu diberi
sebuah apel dari pohon baru tersebut untuk diberikan kepada ibunya. Digory,
Polly dan paman Andrew kemudian dikirim oleh Aslan ke Hutan antara Dunia-dunia,
lalu kembali ke London. Digory memberikan apel tersebut kepada ibunya, dan
ibunya menjadi sembuh. Digory lalu menguburkan bagian tengah apel tersebut di
halaman belakang. Lalu ia juga menguburkan cincin-cincin ajaib sesuai dengan
instruksi Aslan agar tidak disalahgunakan di masa depan.
Bagian tengah apel itu lalu tumbuh menjadi
sebuah pohon, dimana bertahun-tahun kemudian pohon tersebut tumbang
karena badaibesar.
Digory yang sekarang sudah menjadi profesor yang berumur tidak tega untuk
menjadikan batang pohon tersebut menjadi kayu bakar. Ia lalu membuat sebuah
lemari dari batang pohon itu, dimana lemari tersebut menjadi cerita di "Sang
Singa, Sang Penyihir dan Lemari"








0 komentar:
Posting Komentar